Impossible Thing (Chapter 4)

Chapter 4

Yeoja muda itu menggeliat pelan saat sekelebat cahaya mentari pagi menghampirinya. Perlahan, ia membuka mata bulatnya, sedikit kaget saat ia sadar bahwa ia sedang tak berada di kamarnya. Namun ia tak langsung berteriak seperti kebanyakan orang, karena yeoja itu sadar bahwa kini ia sedang berada di rumah bibinya.
Semalam ia begitu kelelahan hingga ia tak memperhatikan interior kamar yang sudah disediakan untuknya. Oh, ya. Gadis itu adalah Kim Yeolra.
Tentang semalam dan kemarinnya lagi, ia sama sekali tak mau memikirkannya. Ia begitu kebingungan mencari letak rumah bibinya. Itu perjuangan yang panjang baginya.

Ah, itu mimpi buruk!

Saat menuruni tangga, langsung saja ia mendapati bibinya yang tengah memasak. Ia sudah dapat memperkirakan bahwa makanan itu benar-benar enak, aroma masakan yang tercium oleh hidungnya rasanya seperti menghipnotisnya untuk segera menyantap makanan itu. Saat itu pula perutnya berbunyi tak karuan, mengingat semalam ia sama sekali tak mengisi perutnya.

“Ah, Yeolra~ya. Kau sudah bangun? Kebetulan aku baru saja memasak bulgogi” ucap yeoja yang diketahui Yeolra sebagai bibinya. “Duduklah”

“B.. Bulgogi?” Ucap Yeolra seraya mendudukan dirinya di kursi , seumur hidupnya ia sama sekali tak pernah mendengar nama makanan yang seperti itu — karena ia tinggal di Selandia Baru — . Mungkin akan terdengar memalukan karena Yeolra sendiri adalah penduduk asli Korea. Tapi itulah kenyataannya, ia adalah orang yang buta dengan negerinya sendiri. Namun setidaknya ia masih bisa berbahasa korea, juga menulis. Rasanya itu adalah modal yang lumayan.

“Ini” yeoja itu menyodorkan semangkuk bolgogi di hadapan Yeolra “makanlah”

“Gomawo” gadis itu tersenyum tipis. Langsung saja ia menyantap makanan itu. Sedikit terkejut karena makanan buatan bibinya ternyata begitu lezat. “Ah, bibi pandai memasak”

“Sungguh?”

“Hm, tentu” ucap Yeolra tulus. “Sejujurnya aku belum pernah mencicipi makanan ini”

“Yah bibi tahu itu” yeoja bernama lengkap Park Young Mi itu menyodorkan segelas air putih pada Yeolra saat gadis itu hampir tersedak akibat cara makannya yang kurang sopan. “Bicara tentang pujian, rasanya bibi jadi ingin berharap jika saja Chanyeol bisa memuji masakan bibi seperti yang kau lakukan”

Raut wajah yeoja paruh baya itu seketika muram saat mengucapkan kata-katanya tadi. Setahu Yeolra sendiri, sepupunya yang bernama Park Chanyeol itu memiliki sikap yang dingin. Bahkan begitu jarang berbicara, walau hal itu penting sekalipun.
Itu yang ia dengar dari neneknya sebelum ia berangkat menuju Korea.

“Sudahlah bibi Park, aku kan ada disini” gadis itu tersenyum “jadi bibi jangan bersedih”

Penyakit OCD yang ada pada dirinya mungkin adalah alasan utama mengapa Chanyeol membencinya. Mungkin itu sudah sepantasnya anaknya itu membenci dirinya. Tapi, ia tak boleh berlarut-larut dalam kesedihan terlalu lama. Seperti yang dikatakan mendiang suaminya.

Park Young Mi. Kini mengangkat wajahnya sambil tersenyum. Rasanya Yeolra adalah gadis yang tepat untuk bisa menemani hari-harinya yang kelabu.

.

Jung Yong Hwa, jatuh tersungkur saat Kyuhyun baru saja melayangkan tinjunya yang pertama. Ia menelan salivanya. Takut.

“Kumohon, jangan sakiti aku” ucap Yonghwa tak berdaya “sejujurnya aku bukanlah namja yang pandai berkelahi”

Ungkapan Yonghwa barusan sukses membuat Kyuhyun terkekeh, tak menyangka bahwa namja yang terlihat begitu atletis dan keren ternyata adalah seorang namja bermental kerupuk.

“Lemah” ucap Kyuhyun.

“Sudahlah, hentikan. Kita hanya membutuhkan bantuannya, bukan menganiaya dirinya” suara milik Seohyun kini terdengar. Sepertinya hari ini ia tak terlihat mengirit-irit kata-katanya lagi. Lebih bersikap terbuka, sepertinya.

“B-bantuan?”

“Jangan terlalu banyak bersandiwara. Kau pikir aku tidak tahu kalau ayahmu seorang perakit senjata api?” ujar Kyuhyun kembali.

Yonghwa terpaku. Rasanya tak ada yang pernah membocorkan rahasia bahwa ayahnya seorang perakit senjata api, ilegal pula. Lalu darimana seorang Cho Kyuhyun dapat tahu rahasia tersebut. Ah, ia bisa dibunuh oleh ayahnya jika ayahnya sampai tahu hal tersebut.

“T-tapi..”

“Oh, jadi kau masih menginginkannya?” Kyuhyun kembali berucap sambil memperlihatkan kepalan tangannya, tanda mengancam Yonghwa. “Lagipula ini gratis”

“Baiklah, baiklah! Tapi kalian harus berjanji untuk tidak membocorkan hal ini. Akan kubawa beberapa soft gun besok. Yang lainnya akan kubawa nanti”

“Baiklah, kami sepakat”

Seohyun dan Kyuhyun sejenak saling bertatap. Kemudian meninggalkan Yonghwa sendirian di belakang sekolah tanpa berkata sepatah katapun.

“Bagaimana? Apa dia berkata jujur?” Ucap Kyuhyun saat mereka sedang menelusuri koridor sekolah.

“Yeah, yang kulihat dia terlalu takut sehingga dia tak punya pilihan lain. Namja itu berkata jujur”

“Haha, kau sungguh bisa diandalkan” Kyuhyun tersenyum miring, tak menghiraukan setiap tatapan dari para murid dikoridor sekolah terhadapnya.

Sementara Seohyun hanya melihat rasa iri dari setiap tatapan orang-orang. Tak peduli lagi dengan hal itu. Yang terpenting dirinya dan Kyuhyun tak lebih dari teman.

Oh, okay. Sekarang teman..

Walaupun pertanyaan dari Kyuhyun pagi tadi sedikit membuatnya tercengang, akan tetapi itu sudah lewat. Ia hanya mendiamkannya saja. Yang ia tahu, Kyuhyun sedikit aneh dalam hal yang seperti itu.

Apa yang akan kau lakukan jika aku berkata padamu bahwa aku menyukaimu?

Ah, itu sedikit mengesalkan menurut Seohyun. Pertanyaan simple tapi ternyata mampu membuatnya mati kutu, sepertinya begitu. Namun ia beruntung karena Kyuhyun tidak menanyakan hal itu lagi setelah saat itu. Akan tetapi bukankah pertanyaan tersebut hanya berdasarkan kata jika? Berarti kemungkinannya, Kyuhyun hanya bermain-main saat mengucapkan kalimat itu. Namun ia juga tak dapat menjamin bahwa Kyuhyun tak akan menanyakan hal itu lagi. Sekali lagi, namja itu sangat sulit dipahami.

“Saat ini aku membawa sedikit berita” ucap Kyuhyun kembali. “Kau ingat dengan namja yang menyenggolku tadi?”

“Yang habis babak belur itu?”

“Hm” Kyuhyun tersenyum “masalah sebenarnya, aku memaksanya untuk menggeledah arsip kasus pembunuhan ayahmu dan memberikan datanya padaku”

“Jadi.. Bukan..”

“Well, namja ingusan itu akan memberikan flashdisknya besok” mata onyx itu beralih menatap Seohyun “kau tak perlu khawatir, orangtuanya bekerja di bidang arsip negara. Makanya, aku menyuruhnya melakukan hal itu”

Seohyun tersenyum samar, rupanya Kyuhyun memang bisa diandalkan dibanding dirinya sendiri. Dan namja itu sudah membuktikan kemampuannya, seperti memeras Jung Yonghwa, dan yang sekarang ini. Belajar bangga mungkin adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

“Maaf” ujar Kyuhyun kembali. Ia menghentikan langkahnya saat kelas mereka tinggal beberapa meter lagi.

“Untuk apa?”

“Yang tadi pagi” Kyuhyun menggaruk tengkuknya “… Ciuman itu. A-aku tidak..”

Kyuhyun menghentikan ucapannya, entah mengapa ia menjadi sangat gugup saat ini. Jantungnya berdetak kencang, ia menjadi takut jika saja Seohyun akan menamparnya ataupun mengadukannya pada kepala sekolah, ia juga tak tahu jika Seohyun sudah tahu isi pikirannya atau tidak. Rasanya sangat memalukan. Dan ini adalah untuk pertama kalinya ia merasakan hal ini.

Dan Seohyun, ia juga tidak tahu mengapa ia dapat merasakan wajahnya yang mulai menghangat. Entah apa itu, disini tidak ada cermin. Tapi sepertinya, wajahnya mulai menunjukkan sisi menyebalkan yang sangat dibenci dirinya sendiri. Pipinya yang merona.

“I-itu, tidak apa-apa. Sudahlah” ucap Seohyun seraya langsung melangkahkan kakinya menuju kelas. Disini rasanya sangat gerah, akan tetapi sepertinya tak ada yang merasakan hal itu. Dari arah pintu, matanya dapat melihat Kyuhyun yang berjalan memasuki kelas. Langsung saja ia mengarahkan wajahnya ke luar jendela, berusaha untuk tak melihat wajah itu lagi. Ayolah, hanya untuk hari ini.

.
.
.

Tidak peduli lagi dengan darah yang kian bercucuran pada dahi dan lengannya. Yeoja itu tetap berlari, merunduk. Berusaha membuat bayi dalam pelukannya tetap merasa aman dan nyaman. Baru saja ia mendengarkan bunyi ledakan, dan ia yakin bahwa itu berasal dari rumahnya.

Suaminya telah meninggal, ditembak, mungkin tak perlu seyakin itu. Tapi yang ia tahu, mereka pasti sedang mengejarnya. Dan anaknya juga. Mata wanita itu menatap kearah anak perempuannya yang mulai menangis. Disaat itu pula, yeoja itu juga menangis. Meratapi kenyataan yang harus ia hadapi. Impiannya untuk bisa membesarkan anaknya mungkin hanya akan pupus saat ini juga. Ia sudah memperkirakan hal ini sebelumnya.

Wanita itu, baru saja melahirkan anaknya seminggu yang lalu. Rasanya begitu mustahil bagi seorang ibu yang baru melahirkan bisa berlari seperti yang ia lakukan saat ini. Tapi ia melakukannya, dan harus. Jika ia memang berkeinginan bahwa anaknya harus tetap hidup.

Kegelapan malam menemaninya, ia memasuki sebuah gang kotor dan sempit. Mendapati sebuah rumah kecil yang diterangi oleh lilin yang hampir redup. Perlahan, dengan sangat lembut, ia meletakkan bayi dalam gendongannya didepan pintu rumah itu. Ia mengelus pipi lembut nan merona itu, bayi itu sudah tidak menangis lagi. Airmata semakin membasahi wajahnya, ini adalah yang pertama, mungkin juga untuk yang terakhir kalinya ia mengelus bayi itu, juga menciumnya. Ia tersenyum saat melihat wajah itu, ia baru menyadarinya, putri kecilnya benar-benar mirip dengan ayahnya. Matanya, bibirnya, hidungnya…

Ia memundurkan langkahnya seraya melihat sosok kecil yang kini terlelap begitu damai. Walau angin malam yang berhembus begitu menusuk kulit, ia hanya bisa berharap bahwa bayi itu akan tetap bertahan.

“Demi ibu, bertahanlah demi ibu..” ucap yeoja itu sambil berlari meninggalkan tempat itu. Ia mengusap airmatanya, sangat berharap dapat bertemu lagi dengan anak semata wayangnya.

Walau sosok bayi mungil itu tak terlihat lagi oleh matanya, pikirannya masih tetap terfokus pada anaknya. Hingga ia tak melihat sebuah mobil yang melaju kencang saat ia hendak berlari menyebrang. Hanya ada reaksi kaget selama beberapa detik, saat ia baru menyadari bahwa ia sedang menghadapi kematiannya. Ia menitikkan airmatanya, menutup matanya. Untuk yang terakhir kalinya.. Saat ia sadar, bahwa jarak antara hidup dan mati ternyata sangatlah dekat, hingga bisa begitu mudah untuk menjangkaunya.

“Ibu mencintaimu..”

BRAK!

Wanita itu, meninggal. Mayatnya sempat terpental hingga sepuluh meter dari tempat ia ditabrak. Kondisi yang mengenaskan, kepalanya pecah terbentur oleh trotar jalan, lengannya patah, juga kehilangan beberapa jari tangannya. Mayatnya baru ditemukan polisi setengah jam setelah tabrakan terjadi.

Sementara seorang wanita begitu kaget saat melihat seorang bayi terletak di depan pintu rumahnya. Bayi itu masih hidup, menangis karena udara dingin yang menusuk kulit. Dengan segera, wanita paruh baya itu membawanya masuk ke rumah, menghangatkan bayi itu. Mengganti popok yang digunakan bayi itu, saat itu pula ia tahu bahwa bayi itu berjenis kelamin perempuan. Sangat prihatin saat meraba kulit bayi itu, lembut, juga dingin. Dan ingin rasanya memarahi orang tua bayi ini yang begitu tega membuangnya.
Sebuah amplop putih jatuh dari kain biru yang membungkus bayi itu, amplop itu lumayan tebal. Alangkah kagetnya wanita itu saat melihat beberapa kartu kredit dan uang yang begitu banyak dalam amplop itu. Juga sepucuk surat yang ditulis dengan tulisan tangan

Ini adalah anakku. Aku Da Young, bibi.
Aku ingin menitipkan Yeolra padamu. Keluarga kami dalam bahaya.

Kumohon, bawa Yeolra pergi jauh dari Korea. Gunakan saja uang dan kartu kreditku, aku juga sudah menuliskan pinnya disitu. Kuharap bisa membantu.

Saat dia besar nanti, katakan bahwa kami sangat mencintainya, sangat menyayanginya, lebih dari apapun.

Aku juga sudah memberinya nama, kau bisa memanggilnya

Kim Yeolra

.
.
.

Seohyun tersenyum hambar, sudah sekitar seminggu lebih ia tak lagi mengunjungi makam ayahnya. Ia menatap nisan yang kotor diselimuti debu yang tertiup angin. Ia mengelus nisan itu, membersihkannya dengan tangannya sendiri.

“Andai saja aku tahu apa alasan ayah dibunuh” Seohyun tertunduk sambil menangis “aku merasa sangat bodoh saat tak tahu apa tujuan orang-orang itu”

“Bukannya kau itu memang bodoh?” Seohyun sendiri sudah tahu suara itu. Tapi ia tak menghiraukannya “haha, lucu ya. Padahal beberapa waktu yang lalu malah kau menertawaiku karena aku menangis”

“Kau lagi. Kau itu setan atau apa hah?! Setiap kali aku mendapat ketenangan. Kau selalu saja muncul, merusaknya. Jangan menggangguku bodoh!” Seohyun terengah-engah. Mengusap kasar airmatanya yang terus menetes. Ia tak ingin membaca pikiran lagi, ia terlalu lelah. Terisak, seluruh tubuhnya gemetaran. Dan untuk pertama kalinya, Kyuhyun tak pernah melihat Seohyun yang seperti ini. Gadis yang terlihat begitu kuat ternyata juga memiliki sisi yang sangat rapuh yang tersimpan jauh dalam dirinya. Seohyun terlihat sangat lemah, dan memprihatinkan “Kau tidak tahu berapa banyak beban yang harus kutanggung”

“Aku tahu” Ucap Kyuhyun kembali. Dan kali ini nada bicaranya menjadi begitu lembut “bahkan aku tidak seberuntung dirimu. Aku kehilangan dua sosok wanita yang sangat berharga dan berpengaruh dalam hidupku”

Kyuhyun ikut menangis. Lagi-lagi, ia merasakan hal itu. Hatinya terasa sakit saat mengingat kembali hari yang mengerikan itu. Rasanya akan jauh lebih baik merasakan pukulan bertubi-tubi daripada merasakan hal ini. Ia benar-benar membenci hal ini, tapi ia harus mengakui bahwa ia benar-benar membutukan orang yang peduli padanya. Dia sudah tidak peduli respon apa yang akan diberikan Seohyun, yang jelas, ia memeluk gadis itu. Seolah dapat merasakan sakit yang dirasakan gadis itu, tapi Seohyun sama sekali tak menolak pelukan itu. Sebenarnya, ia sangat membutuhkannya.

“Aku orang paling bodoh di dunia ini!” Ucap Seohyun sambil mengepalkan kedua tangannya. “Andai saja..”

“Kau hanya bisa berandai, tapi kenyataannya sangat berbeda” ucap Kyuhyun. Tak peduli dengan kemejanya yang sudah basah oleh airmata “sudahlah, mereka sudah pergi. Kita bisa merelakannya”

Keduanya menangis, bersama-sama. Juga menangisi hal yang sama. Takdir mereka, dan juga orang yang mereka sayangi. Sesungguhnya itu terlalu berat untuk ditanggung seorang diri. Maka Kyuhyun membagi kesedihannya dengan Seohyun. Begitu juga Seohyun.
Mereka benar-benar tidak peduli. Tapi dendam mereka kini semakin lebih besar dari yang sebelumnya. Semustahil apapun itu, mereka akan berusaha menghadapinya. Bersama-sama, tentu saja

.

Mata itu berkilat, memancarkan kebencian yang luar biasa. Kekesalannya hampir mencapai puncak, rasanya sudah terlalu lama ia bersabar.
Ditambah lagi upayanya ternyata tak membuahkan hasil sama sekali. Seo Ha Na, menghilang. Anak buahnya yang ia kirim ke Italia sama sekali tak menemukan jejak sedikitpun tentang keberadaan wanita itu. Sepertinya ia pergi ke negara lain, dan mungkin saja semua data penerbangan termasuk paspor berhasil dipalsukan olehnya. Ia memukul cermin dihadapannya, tak peduli akan rasa sakit dan darah yang terus mengalir, rasa itu sama sekali tak mampu menandingi rasa bencinya.
Kemampuan yang dimiliki Seo Ha Na ternyata berhasil luput dari ingatannya, bahwa wanita itu mampu membaca semua rencananya. Bukan tidak mungkin wanita itu datang secara tiba-tiba dan langsung membunuhnya.

“Kurang ajar! Wanita jalang itu pasti telah mengetahui semua rencanaku!”

“Bagaimana bisa kau melupakan hal itu, apa yang ada dalam pikiranmu hah?”

“Diamlah, jangan menggangguku!”

“Lihat, bahkan tanganmu sendiri kau abaikan. Jadi kau ingin membuat rencana yang sudah kita susun selama belasan tahun hancur begitu saja?!”

“Masalahnya, wanita itu adalah satu-satunya informan yang kita butuhkan”

“Mungkin ada cara lain untuk mencari letak gudang persenjataan negara”

“Tidak ada! Hanya ke enam orang agen rahasia negara yang dipercayakan presiden yang tahu hal itu. Sedangkan presiden yang menugaskan mereka sudah meninggal tiga tahun yang lalu”

“Jadi kau mengabaikan Cho Sang Hyun?”

“Dia terbaring koma di rumah sakit, mustahil kita menanyakan hal itu padanya”

“Kurasa aku punya rencana yang jauh lebih baik”

“Rencana yang lebih baik?”

“Rencana ini membutuhkan seorang Cho Sang Hyun”

“Apa? Kau bercanda? Bagaimana bisa kau melakukan hal itu?”








To Be Continue…

Advertisements

About Sheren Hwang

Just need to reach her dream.. 01Liner, freelancer anime artist, part time writer, fresh singer, and wanna be an architect.
This entry was posted in Seokyu Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Impossible Thing (Chapter 4)

  1. seo_yeppo says:

    Uuuda lama bgeeeet yaaa,

    seokkyu uda mauullai jatuh cinta nnieee,mkin kren,nextt

    Liked by 1 person

  2. yumnacho says:

    Jadi apa rencanya? Aku penasaran banget sumpah. Cepat dilanjut yaa, aku gak sabar untuk baca ff yang penuh misteri ini hehe ๐Ÿ˜€

    Like

  3. lucky kirana says:

    kerennnn daebakkk
    pnasarannn lanjut neee
    gomawooo
    hwaitingg neee

    Like

  4. aristalhj_ says:

    hmm,, jadi makin kepo sama ceritanya ๐Ÿ™‚
    di tunghu ya part sepanjutnya
    udah lama banget nunggu part ini akhirnya nongol juga ckck

    Like

  5. phy says:

    next ya… Mkn penasaran ini

    Like

  6. Sk says:

    Sebelumnya lupa ama ceritanya.tpi pas baca bawa2nya jadi ingat kkkk kim yeolra itu siapa ya??? Khidupannya sama kaya seokyu!dianya dapat masalah sama orang jahat itu jugakah??moga seokyu bisa mlewati orang yg ingin mnghancurkannya next hwaiting

    Like

  7. CieciePUAHAha says:

    Ahirnya di lanjut. Dah mulai ad getaran2 nih seokyu. Pak tua itu ngerancanain apa lagi??? Next

    Like

  8. priska says:

    wah masih penasaran kim yeorla itu siapa dan kayaknya seokyu ada rasa saling suka

    Like

  9. hyun seo cho says:

    kim yeolra siapa???
    penasaran sama next partx ๐Ÿ˜‰
    kyuseo mometzx so sweat
    GFT ๐Ÿ˜‰

    Like

  10. gitadn92 says:

    huwaa seokyu moment jjaaanng~

    Like

  11. widhy says:

    salam kenal aku reader baru disini ^^
    aku pernah baca ff ini di blog lain tapi cuma sampai 2
    seneng bisa baca lanjutannya
    next”

    Like

  12. nae_lee says:

    hayoooo lhooh ๐Ÿ˜ฎ
    penasaran Qhu masih brlanjut >.<
    baru part 4 konflik msih byk n blm terselesaikan :3

    btw SeoKyu udh ngerasain benihโ€ ehm niih ๐Ÿ˜€

    Like

  13. lolayu says:

    Hallo..q sebenernya baca ff ini di wp lain sih eh ternyata di post di wp pribadi..kayaknya q dah comment part 1 n 2 dipart 2 diwp seokyu kingdom..
    yang ini q comment di sini aja ya..
    Ceritanya menurut q bagus..banget malah..dari alur,ide cerita n bisa bawa reader kayak q fokus sama jalan ceritanya..meskipun q rada2 g terlalu suka sama cerita yg ada teka-tekinya cz bikin pusing n penasaran ใ…‹ใ…‹ใ…‹
    Tapi g tau kenapa ff ini bagus buat dibaca meskipun harus nahan rasa penasaran sampe ff ini bener2 nyampe klimaks n end.. ๐Ÿ™‚

    Like

  14. Mkin ksni seokyu mkin lengket aje yeth ๐Ÿ™‚ Yeolra siapa sih?? Brhrap bnget seokyu jdian ๐Ÿ™‚ dan mreka bsa mmbereskan mslah mreka yg super ribet n pnuh teka-teki ๐Ÿ™‚ dah lma bnget nih ff ga nongol ๐Ÿ™‚ Fighting^^

    Like

  15. Dwi Novita says:

    Semakin seru ternyata …. Nice ff . Eoh buat para wiress add aku dong buat nambah temen id FB “Diend Wiress” di add y .

    Like

  16. JessicaSNSD :) says:

    Rencananya bikin penasaran. Tp yeolra kasian bgt, trus gimana nasibnya abis ini.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s