Impossible Thing (Chapter 5)

Chapter 5

Seo Ji Sung. Salah seorang agen kepercayaan negara yang ditemukan tewas dengan beberapa luka tusukan pisau di tubuhnya. Meninggalkan sang istri, Seo Ha Na, yang juga seorang agen teknis negara. Dan seorang putri tunggal yang identitasnya masih disembunyikan oleh pihak keluarga.

Kyuhyun mengernyit.

“Apa? Jadi selama ini kau belum pernah diliput oleh media massa? Bahkan sejak kematian ayahmu?” Ujar Kyuhyun sedikit kaget setelah membaca beberapa info tentang Seo Ji Sung, ayah Seohyun. “Kenapa keluargamu harus melakukannya?”

Seohyun hanya mengangkat bahunya –pertanda tidak tahu–, sebetulnya ia juga lumayan penasaran mengapa ia tak pernah dipublikasikan oleh keluarganya, apalagi setelah kematian ayahnya. Akan tetapi, ibunya selalu saja berkata ‘ini untuk keselamatanmu’ atau ‘sudahlah hyunnie, berhentilah bertanya tentang hal itu’. Maka dari itu Seohyun sendiri menjadi kehilangan seleranya untuk bertanya mengapa? Atau, apa?

“Ibuku hanya berkata bahwa itu semata mata demi keselamatanku” ujar Seohyun pada Kyuhyun “tapi aku tak pernah mengerti apa maksudnya”

Yah, memang. Seohyun sudah mulai bersikap terbuka terhadap Kyuhyun. Hal itu sudah berjalan sekitar dua atau tiga hari yang lalu.

“Ah, begitu ya?” Kyuhyun menggaruk tengkuknya, mencoba memikirkan sebuah dugaan yang mungkin bisa digunakan sebagai alasan mengapa Seohyun selalu disembunyikan oleh keluarganya “demi keselamatanmu? Atau, jangan-jangan kau yang mereka incar?”

Seohyun mengerutkan keningnya. Ia sudah begitu lama memikirkan dugaan tersebut, dugaan yang sama yang juga dipikirkan Kyuhyun. Akan tetapi, ia juga sudah memikirkan secara dewasa mengenai hal itu. Rasanya sangat tidak mungkin jika dirinya yang diincar oleh orang-orang yang membunuh ayahnya. Dan ia memiliki beberapa alasan kuat mengapa ia tetap mengemukakan hipotesanya itu.

Pertama, saat ayahnya dibunuh. Jika Seohyun memanglah target mereka, mengapa mereka tidak mencari dirinya saat itu? Seperti mengelilingi rumah, mungkin? Atau memancingnya untuk keluar. Itu benar bukan?

Kedua, jika memang Seohyun adalah orang yang mereka inginkan. Mengapa setelah kasus kematian ayahnya berakhir, tak ada lagi ancaman ataupun teror yang mendatanginya?

Dan Ketiga, rasanya Seohyun sudah begitu tahu tentang dirinya sendiri. Dan tentu saja. Setelah menyelidiki lebih lanjut, rasanya tidak ada satupun hal istimewa yang ada dalam dirinya. Rasanya juga begitu mustahil jika seseorang ternyata sudah memasukan semacam alat kecil nan penting dalam tubuhnya, atau besar sekalipun. Seingatnya, ia tak punya luka bekas operasi atau semacamnya.

“Aku sudah pernah memikirkan hal itu berulang kali, dan sepertinya sangat tidak mungkin” ujar Seohyun. “Ada beberapa alasan kuat”

“Terserahlah” Kyuhyun kembali fokus kearah layar laptop dihadapannya. Mencari informasi lain yang mungkin saja mudah dilacak olehnya. Namja itu tersenyum. Upaya yang ia lakukan untuk mendapatkan informasi tentang ayah Seohyun ternyata lumayan membantu. Flashdisk yang berisi banyak informasi tentang kasus kematian ayah Seohyun sudah ia dapatkan siang tadi. Masih ingat dengan anak yang habis babak belur itu? Ah, ia menepati janjinya.

Dan Jung Yonghwa, ia juga menepati janjinya. 4 buah softgun lengkap dengan peluru kini sudah terletak diatas meja ruang tamu di rumahnya. Jika lebih memilih untuk membeli senjata, Kyuhyun bisa melakukannya dengan mudah. Akan tetapi ia harus mengisi beberapa prosedur membosankan tentang izin penggunaan senjata api, apalagi Kyuhyun masih dikategorikan dibawah umur jika ia harus memilih berurusan dengan senjata api. Itu pasti memakan waktu yang tak sedikit.

Dan Kyuhyun sangat membenci hal itu.

Ia lebih memilih jalan yang jauh lebih mudah. Walaupun sebenarnya ilegal. Akan tetapi ia akan melakukan apapun demi dendamnya yang belum terbalaskan. Yeah, itulah Cho Kyuhyun.

Namja itu sedikit terkejut saat daftar nama orang-orang terdekat Seo Ji Sung terpampang didepan matanya. Bagaimana tidak terkejut, nama ayah dan ibunya juga tertulis disana. Entah matanya yang salah atau apapun itu, akan tetapi ini benar. Nama ayah dan ibunya ada disana.

“Ini sulit dipercaya” gumam Kyuhyun.

“Sulit dipercaya? Maksudmu?” Seohyun juga memusatkan perhatiannya pada layar laptop. Berbeda dengan Kyuhyun, ia justru tak menemukan hal yang sebenarnya begitu aneh, dan mencengangkan. Akan tetapi tak berlangsung lama pada orang seperti Seohyun, ia jauh lebih memilih solusi yang lebih instan daripada harus meminta penjelasan Kyuhyun.

Membaca pikirannya.

“Jadi, bagaimana bisa orangtua kita memiliki hubungan? Dan hubungan apa yang terjalin?” Ucap Seohyun saat setelah membaca pikiran Kyuhyun. “Yeah, kurasa kau benar. Ini memang agak sulit dipercaya. Tapi…”

“Aku memang tak bisa membaca pikiran sepertimu. Tapi, kurasa kita punya pemikiran yang sama” ucap Kyuhyun seraya menyipitkan matanya.

Sejenak mereka saling berpandangan, sebelum kembali menatap pasti kearah layar laptop. Nama Cho Sang Hyun dan Cho Hyun Rin memang tertulis disana, dan ini adalah kenyataan yang sesungguhnya. Hanya kemungkinan bagi mereka, namun hal ini bisa saja terjadi.

“Orangtuamu juga adalah agen rahasia negara”

“Sama seperti ayah dan ibumu”

Kyuhyun mengangguk, sedikit merasa lucu dengan apa yang baru saja mereka pikirkan. Akan tetapi ini adalah dunia yang aneh, sekaligus jahat. Maka setiap kemungkinan bisa terjadi.

.

Kim Yeolra.

Siapa Kim Yeolra?
Mungkin beberapa orang akan merasa iba saat mendengar nama itu kembali terucap. Hanya orang-orang tertentu saja yang tahu sejarah dari gadis itu.
Yang mengetahuinya pasti akan berkata ‘gadis yang malang’ atau ‘kasihan sekali anak itu’. Dan tak lupa, kisah dari gadis itu sering mengundang tanya. Ah, siapapun pasti akan tahu apa pertanyaannya saat mengetahui bagaimana kisah gadis itu.

Kedua orangtuanya meninggal dunia tepat seminggu setelah kelahirannya. Ayahnya ditemukan tewas bersimbah darah bersama dengan beberapa peluru yang menancap di kepala. Sedangkan ibunya, menurut kabar, melarikan diri sambil membawa Yeolra ketempat yang aman –bayangkan saja hal itu–, kemudian tewas tertabrak mobil setelah menyembunyikan Yeolra. Tapi, sepertinya kasih sayang seorang ibu memanglah bisa mengalahkan segalanya. Sebagai bukti, bahwa Kim Da Young, ibu dari Kim Yeolra, rela menahan rasa sakit pasca melahirkan, bahkan rela mengorbankan nyawanya sendiri demi anaknya yang bahkan hidupnya hanya bergantung pada sebuah harapan. Entah ia tahu anaknya akan tewas atau tidak. Rasanya ia harus tetap berkorban demi anaknya.

Hanya karena, dan untuk sebuah harapan kecil.

Setelah itu, Yeolra dibesarkan oleh seorang wanita tua kenalan Kim Da Young di Selandia Baru. Dan itu semata-mata demi keselamatan Yeolra, karena orang yang membunuh orangtua Yeolra adalah orang yang tak punya belas kasih.

14 tahun kemudian, gadis itu kembali ke Korea. Kembali sebagai gadis yang cantik, periang, juga lembut. Dan kini tinggal bersama seorang wanita paruh baya yang diketahuinya sebagai bibinya.

Walau sebenarnya, ada sebuah rahasia yang disembunyikan dari Yeolra. Sampai saat ini.

Bahwa yeoja yang diketahuinya sebagai bibinya, sebenarnya bukanlah bibinya.

.

“Hei! Tunggu aku!” Pekik Yeolra saat namja di depannya mulai melangkah cepat dan mulai meninggalkan dirinya. Dengan tergesa-gesa, yeoja itu berlari, berusaha mengejar sosok namja didepannya. “Hei, kau! Bibi Park bilang kau harus menunjukkan padaku arah ke sekolah. Kenapa kau malah meninggalkanku?”

Namja itu berhenti seketika. Hampir saja Yeolra menabrak tubuh namja itu, yeoja itu sedikit kesal dengan tindakan sepupunya itu. Mereka sudah berhenti, tapi namja itu tetap diam di tempat. Oh, Yeolra jadi ingin sekali menarik rambutnya –jika bisa–.

“Kau ini benar-benar bodoh, lantas kenapa kau tidak berlari saja?” Namja bernama Park Chanyeol itu kembali melanjutkan langkahnya. Dan langkahnya masih seperti tadi, cepat. Sehingga dengan berat hati Yeolra berusaha mengejar langkah panjang dari namja itu.

Ah, sebuah kesialan di hari pertama

Tak berselang waktu yang cukup lama hingga Yeolra bisa berdiri didepan kelas sambil memperkenalkan dirinya. Ia hanya tersenyum saat setiap orang menatap kearahnya. Ada yang terlihat kurang menyukainya, juga ada yang tersenyum sembari menyambut ramah kedatangan Yeolra.

Ia hanya melangkahkan kakinya menuju tempat kosong yang ditunjuk gurunya, bangku keempat dari depan. Sekaligus mendapati seorang gadis yang sedang tersenyum manis kearahnya.

“Hai, aku Stella. Senang bertemu denganmu, Yeolra~ssi” ucap gadis itu sambil tersenyum.

“Aku juga. Salam kenal”

Yeah, sepertinya Yeolra tak perlu buru-buru untuk mengecap hari ini sebagai hari yang sial baginya. Buktinya, ia masih bisa menemukan seorang gadis yang bersikap begitu baik dan akrab dengannya. Dan dari tatapan matanya saja, Yeolra bisa tahu bahwa gadis itu adalah gadis baik hati dan bisa dipercaya.

.

Seohyun mengernyit saat mendapati gerbang depan rumahnya terbuka begitu saja. Rasanya ia tak pernah mengundang tamu untuk datang kerumahnya –dan itu tidak pernah terjadi–. Akan tetapi, siapa yang bisa datang kerumahnya tanpa izinnya? Rasanya begitu banyak orang yang tidak cukup berani untuk mendatangi rumahnya.

Lalu siapa?

Perlahan, Seohyun mulai mengambil langkah. Mendatangi beranda depan rumahnya, juga hampir berteriak saat mendapati seseorang yang sepertinya sedang tertidur di sebuah kursi kayu depan rumahnya. Seohyun semakin mendekat, dan menyadari bahwa sosok itu adalah seorang pria. Akan tetapi Seohyun kesulitan melihat wajah namja itu, wajahnya tertutup sebuah topi hitam yang dia pakai.

Seohyun tetap waspada. Bagaimanapun ia bisa saja menghadapi seorang lelaki yang mungkin jauh lebih kuat dari dirinya. Dan jika ia bertidak lalai, sesuatu yang tak diinginkan mungkin saja bisa menimpanya. Langkah gadis itu tercekat saat namja misterius itu mulai menggeliat. Topi yang menutupi wajah namja itu jatuh secara tak sengaja, memperlihatkan wajah sesungguhnya dari namja misterius itu.

Seohyun terkesiap.

“C-Changmin oppa?!” Seohyun mengedipkan matanya berulang kali, mungkin saja matanya sedang mengidap penyakit serius. Atau, penglihatannya memang benar? Ya, ini benar! “Astaga, kenapa tiba-tiba kau muncul?”

“Apa katamu? muncul?” Changmin berkacak pinggang setelah sadar bahwa ia baru saja tertidur di beranda “kau pikir aku ini jin?”

“Haha, maksudku bukan seperti itu” ucap Seohyun sambil tertawa. “Aku heran kenapa oppa bisa berada disini. Lalu kuliah oppa bagaimana?”

Mungkin siapapun akan sedikit heran saat melihat sikap Seohyun saat ini. Sikap yang sungguh tidak biasa untuk gadis dingin seperti dirinya. Saat gadis itu tiba-tiba saja berubah menjadi gadis yang ceria dan penuh tawa. Dan, kelihatan begitu cantik dan menawan. Ya, itu benar.

“Yah, aku hanya akan singgah sebentar saja disini. Kebetulan kuliahku sudah selesai. Dan aku akan mencari pekerjaaan tetap disini” ucap Changmin enteng. Tanpa menyadari perubahan wajah Seohyun yang sebenarnya sangat kelihatan.

“Lalu oppa akan tinggal dimana?” Tanya Seohyun penuh harap. Begitu berharap bahwa Changmin akan tinggal di rumahnya. Walau hanya sangat sebentar.

“Untuk sementara aku akan tinggal di apartemenku yang lama” Changmin tersenyum “Um, tapi. Aku akan tinggal di rumah baruku nanti”

“Sungguh? Kapan? Dimana?” Seohyun kembali bertanya. Entah mengapa gadis itu kini menjadi begitu penasaran terhadap kegiatan seseorang. Sedikit tidak sopan memang.

“Letaknya mungkin 2 blok dari sini. Dan, aku akan tinggal setelah aku akan menikah dua bulan depan”

Seohyun terpaku.

Hampir saja lupa bagaimana caranya berdiri. Tapi kali ini ia berhasil mengontrol emosinya. Juga berusaha agar tak menangis dihadapan Changmin. Ingin tahu apa penyebabnya?

Karena Seohyun mencintai namja itu.

Ia memang bodoh, padahal sudah lama ia tahu bahwa Changmin mencintai orang lain. Dan tentu saja itu bukanlah dirinya. Sekarang, Changmin akan menempuh hidup baru. Dan ia tak bisa mencegah hal itu agar tidak terjadi.
Karena itu pilihan Changmin, namja itu kelihatan bahagia saat berkata ingin menikah. Jadi sekarang, Seohyun sendiri yang harus bertindak, tentu saja Changmin tidak akan seperti dulu lagi. Yaitu seorang namja yang datang dan selalu berusaha menenangkan Seohyun.

Mungkin sekarang tidak akan ada lagi namja yang seperti itu.

Sedangkan Changmin sendiri baru menyadari perubahan ekspresi yang ada pada Seohyun. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi, tapi ia juga tak bisa mencegah hal ini. Ia harus mengatakan yang sejujurnya. Walaupun harus melihat yeoja yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri menangis karena dirinya.

Ia benar-benar merasa jahat saat melihat Seohyun yang seperti ini.

Maaf..

“Hyunnie? Kau baik-baik saja?” Yeoja itu mengangguk, ingin berkata bahwa ia baik-baik saja. Walau sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.

Seohyun memang sudah mengenal Changmin sejak lama. Kedua orangtua mereka adalah teman yang cukup dekat. Hingga pada saat kematian ayah Seohyun, Changmin adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuk Seohyun. Walaupun saat itu Seohyun sedang dalam kondisi yang tertekan, ia tetap menerima keberadaan Changmin. Karena Seohyun tahu, bahwa namja itu ada untuk membuatnya merasa jauh lebih baik.

Wajar saja jika akan ada perasaan khusus yang tumbuh dalam diri Seohyun. Akan tetapi, Changmin sama sekali tak menyangka bahwa yeoja itu tetap masih mempertahankan perasaannya. Sampai saat ini.

.

.

.

Andai saja Seohyun mengenalmu lebih dulu. Kurasa kau yang akan mendapatkan cintanya…












To Be Continue…

Note :

1. Aku minta maaf karena aku cuma bisa post ffnya sebulan sekali. Aku bener2 minta maaf untuk itu, karena aku sendiri juga gk bisa mencegahnya. Mohon dimaklumi, karena aku lagi sibuk sama ujian yang datang dan pergi (?)

2. Maaf jika romancenya gk berasa. Di chapter selanjutnya akan aku usahakan agar genre romance bisa mendominasi ffnya.

3. Untuk karakter Kim Yeolra. Aku nambahin karakter ini hanya untuk sekedar memperpanjang ceritanya. Reader udah ngerti siapa dia gk? Kalo belum, aku akan nambahin plot di chap 6 tentang Kim Yeolra. Supaya readers bisa ngerti *hehe :v

Terimakasih karena sudah nyempatin baca ffku yang aneh ini *bow* apalagi jika kalian sudah memberikan komentar kalian terhadap ff aku ini. Aku akan sangat menghargainya(?)

Sekali lagi gomawoo^^

Advertisements

About Sheren Hwang

Just need to reach her dream.. 01Liner, freelancer anime artist, part time writer, fresh singer, and wanna be an architect.
This entry was posted in Seokyu Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Impossible Thing (Chapter 5)

  1. hyun seo cho says:

    kim yeolra tuh siapa?????
    orang tua kyuseo saling kenal ya…..

    NEXT JNGAN LAMA2

    GFT

    Like

  2. priska says:

    wah seo harus kuat walaupun changmin akan menikah semoga kyu bisa membahagiakan seo

    Like

  3. lolayu says:

    Ff nya bagus tapi tetep blm paham sama peran yeolra di ff ini..
    Oh ya bener kata chingu..emang ff ini kurang berasa romancenya..
    Ditunggu lanjutannya ๐Ÿ™‚

    Like

  4. sk says:

    Seokyunya belom ada rasa cinta nih..seo suka ma chwang ok next part

    Like

  5. Ouwh jdi ortu seokyu sling knl ya. Mkin ksni mkin kbongkar msa lalu seokyu ๐Ÿ™‚ Next ya

    Like

  6. Dwi Novita says:

    Seokyu moment agak berkurand di part ini tapi keren kok aku suka next2 jangan lama2

    Like

  7. Dwi Novita says:

    Seokyu moment agak berkurang di part ini tapi keren kok aku suka next2 jangan lama2

    Like

  8. nae_lee says:

    sifat nya yeolra baik apa jahat niih kedepan nya ๐Ÿ˜ฎ

    masih btuh proses yg pjg u/ SeoKyu lbih dekat -_-

    changmin bkin nyesek, tibaโ€ ajja mncul udh bkin kejutan ajja :3

    neeexxttt,.

    Like

  9. lucky kirana says:

    daebakkkk kerennn
    smoga aj seokyu bersatu neeee
    gomawooo
    hwaitingg nee
    lanjut neee

    Like

  10. phy says:

    next ya… Buat seo jatuh cnta sma kyu

    Like

  11. dewiq says:

    kapan ada skm nya nih padahal udah part 5 masih belum ada tanda2nya sama sekali…poor raeders hehe…
    lanjut thor

    Like

  12. gitadn92 says:

    yeeeeaaay~~
    next nya ditunggu eonni ^__^

    Like

  13. CieciePUAHAha says:

    Kim yoelra itu ada hubungan sam seokyu dan orang tua mereka kah?? Next

    Like

  14. JessicaSNSD :) says:

    Jadi status yeolra disini macam apa???

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s